Rabu, 10 Oktober 2012

"Spring of Life"


“Spring of life”

Prolog...
Perasaan yang pasti dimiliki semua wanita. Tidak, aku tidak menyukai pria tersebut. Aku hanya menyukainya layak angin yang berhembus dibelakang telingaku. Perasaan itu mudah hilang. Aku pun tidak merasakan rasa sakit saat dia meninggalkanku. Hanya sedikit perih saat aku tahu bahwa ada seorang gadis yang sedang dicintai nya selain aku.
Entah apa yang membuatku bisa menerimanya. Aku pun terdiam saat aku memandangi kalimat per kalimat dari sms yang dia kirimkan kepadaku. Kata-kata tersebut tak lain dan tak bukan adalah kalimat orang yang sedang jatuh hati. Begitupun aku yang membalas pesan darinya.
Sebulan sudah aku tidak berhubungan dengannya. Perasaan ini sangat aneh. Tidak ada kata galau atau menangis dari setiap hari-hariku. Aku pun hanya diam menatap lantai setiap kali dia melewatiku. Mendapat ruang yang sama selama 3 tahun bersekolah di smp kini terhalang oleh sebuah kata “mantan”.
Hal ini berbeda sekali saat pertama kali aku menemukan pria yang menyukaiku setahun sebelumnya. Dulu aku benar-benar menyukainya. Pria yang benar-benar bisa menjadi kekasih dan sahabat diwaktu yang bersamaan. Pria yang sangat menghormati wanita dan sangat bisa mengalah walau aku tahu disaat yang bersamaan egoisku mulai kambuh. Itu yang membuatku amat sangat nyaman. Tapi didalam sebuah cerita itu pula, aku tak dapat menahan air mataku ketika aku tahu dia masih menyukai seorang gadis yang juga dekat denganku.
Berbulan-bulan telah aku lewati tanpa bersama dia. Di kenaikan kelasku, aku pun baru mendengar kabar bahwa  ia telah menjadi pasangan dari gadis yang disukainya dulu. Entah apa yang aku rasakan. Rasa sesak dan menahan setiap tetesan air mata aku coba jalani. “ini perasaan yang telah hilang el! Apakah kamu masih menyukainya?” seruku dalam hati.
Waktu untuk ujian praktek sudah semakin dekat. Dalam beberapa bulan ini, aku pun sudah terbiasa dengan kehadiran mereka berdua setiap kali mereka lewat. Pria tersebut selalu menemani wanita itu kemanapun ia pergi. Tak ada perasaan sesak, hanya takut akan ujian yang segera datang.
Berganti bulan, berganti pula kehidupan. Termasuk cowok. Disinilah ceritaku dimulai…..

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar